Minggu, 06 Mei 2018

Mentan Tekad Naikkan Produktivitas Kelapa Dalam Jadi 300 Persen.

Gorontalo (IndonesiaMandiri) - Menteri Pertanian melalui Direktur Jendederal Perkebunan Kementerian Pertanian, memerintahkn untuk tingkatkan produktifitas kelapa dalam nasional hingga 300 persen. Ini harus bisa dicapai dalam waktu lima hingga tujuh tahun ke depan. 
Saat ini, walau produksi kelapa dalam tinggi, namun dari sisih produktivitas kelapa masih dibawah Filipina dengan produktivitas kelapa dalam yang mencapai 3,5 hingga 4 ton/ha (sedangkan Indonesia masih rata-rata 1,2 ton/ha). Hal ini dijelaskan Menteri Pertanian saat membuka "Rapat Kordinasi Nasional Pemda Penghasil Kelapa Dalam" di Gorontalo (4/5). 
“Apa Dirjen Perkebunan bisa,” tanya Mentan. Langsung dijawab dengan tegas, “bisa dan siap Pak Menteri,” ujar Dirjen Perkebunan Bambang yang hadir pada acara tersebut. 
Mentan membuka Rakornas di ikuti hampir seluruh provinsi dan kqbupaten penghasil kelapa dalam di Indonesia. “Bapak Presiden memanggil kami dan memerintahkan agar meningkatkan produksi tanaman spesial Indonesia, khususnya komoditas Perkebunan dan Rempah, yang 500 tahun lalu membuat berbagai bangsa di dunia, berani mengarungi samudera luas bahkan saling perang untuk mendapatkan rempah kita. Hasil tanaman perkebunan dan rempah, maupun buah-buah tropis Indonesia, harus diakui turut mempengaruhi perubahan peradaban dunia, baik di Negeri Timur hingga Barat,” papar Mentan. 
“2,7 triliun anggaran yang disediakan Pemerintah tahun ini, khusus untuk tanaman horti dan rempah. Saya meminta Dirjen perkebunan, harus tegas dalam menetapkan wilayah atau daerah penerima bantuan pusat ini, jangan asal membagi namun target tidak tercapai. Bila ada daerah atau Pemda yang tidak serius dan fokus bekerja, segera cabut anggarannya, pindahkan ke daerah lain yang membutuhkan serta mau fokus bekerja, ini perintah Bapak Presiden,“ tegas Mentan. 
Mentan, pada kesempatan tersebut, membagikan bantuan kepada beberapa daerah penghasil kelapa dalam, seperti Propinsi Gorontalo, mendapatkan bantuan, bibit kelapa dalam seluas 50.000 hektar (aa). 
Foto: Dok.Kementan
x
x