Rabu, 02 Mei 2018

Menteri LHK Hadiri King’s Day Kerajaan Belanda

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Indonesia mengalami transformasi yang menakjubkan, setelah hampir 70 tahun menjalin hubungan diplomatik dengan negara Belanda. Dengan angka pertumbuhan ekonomi sebesar 5,19 % di 2017, menjadikan Indonesia sebagai satu dari empat negara yang memiliki tingkat kemajuan ekonomi tertinggi di antara negara-negara G-20, setelah Cina, India, dan Korea. 

Hal tersebut disampaikan Menteri LHK, Siti Nurbaya, saat mewakili Presiden RI, menghadiri perayaan Hari Lahir Raja Belanda Willem Alexander atau Willem-Alexander of the Netherlands, di Jakarta (30/04).

"Dalam lima tahun terakhir sejak adopsi Deklarasi Bersama tentang Kemitraan Komprehensif pada 2013, negara-negara kita telah menikmati hubungan dan kerja sama yang semakin meningkat dan semakin erat. Kami sangat senang menyaksikan banyak kemajuan dalam kerja sama kami. Ini adalah sukacita lain yang dapat dirayakan bersama oleh Indonesia dan Belanda", tutur Menteri Siti bangga. 

Pertukaran kunjungan yang telah dilakukan kedua negara, serta kerja sama di sektor maritim, seperti pengelolaan air, pembangunan kapal, dan pengembangan pelabuhan, diakui Menteri Siti telah mendukung meningkatnya perkembangan perekonomian kedua negara. 

Ditegaskan Menteri Siti, saat ini kerjasama kedua negara telah merangkul berbagai masalah yang menjadi perhatian internasional seperti perubahan iklim, pengelolaan limbah padat, ekonomi lingkaran dan pengelolaan air. "Dalam hal kerjasama pengelolaan air, ada banyak masalah yang dapat ditingkatkan di masa depan seperti peningkatan kualitas air, sanitasi dan kebersihan", harapnya. 

"Perkembangan yang signifikan itu, sekali lagi membuktikan bahwa kemitraan Indonesia-Belanda hari ini telah meluas dan meluas. Ini jelas mencerminkan bahwa kedua negara kita telah berbagi sejarah penting di masa lalu dan bahwa kita telah bekerja sama untuk berbagi masa depan yang cerah bersama", ujarnya optimis. 

Dalam kesempatan ini, Menteri Siti juga mengungkapkan kerinduannya pada kota Enschende, tempat dimana beliau pernah mengambil studi Master pada tahun 1987-1988. "Banyak hal yang saya pelajari dari Belanda. Di sana saya belajar ekologi, Sistem Informasi Geografis, penginderaan jauh (remote sensing) dan perencanaan spasial, yang telah terbukti sangat berperan dalam pekerjaan saya sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sekarang. Saya rindu Enschende!", ujar Menteri Siti sumringah. 

Selain Duta Besar Negara Belanda, Mr. Rob Swartbol, acara tersebut turut dihadiri perwakilan negara sahabat, perwakilan kementerian/lembaga dan masyarakat Belanda di Jakarta (rm).

Foto: Dok.KLHK