Minggu, 06 Mei 2018

Menteri Pertahanan Bekali Pelajar SMA Terpadu Krida Nusantara


Bandung (IndonesiaMandiri) – Di sela-sela Prosesi Wisuda Angkatan XX SMA Terpadu Krida Nusantara Tahun Ajaran 2017-2018, Menteri Pertahanan/Menhan Ryamizard Ryacudu memberikan pembekalan tentang Bela Negara, di Kampus Hijau SMAT Krida Nusantara, Bandung (5/5). Dihadapan 209 Siswa/i SMAT Krida Nusantara, Menhan mengatakan bahwa Indonesia sedang menghadapi ancaman terbuka atau ancaman nyata seperti terorisme, radikalisme, bencana alam, wabah penyakit, perdagangan manusia, perang intelijen dan perang siber. Sedangkan ancaman belum nyata yaitu konflik terbuka atau perang konvensional antar negara. 

Menurut Menhan, perang konvensional dengan senjata sangat kecil kemungkinannya terjadi namun tetap harus dipersiapkan dengan langkah antisipatif. Yang pertama-tama harus dipersiapkan adalah sumber daya manusia karena manusia itu lebih kuat dari alutsista. 

Untuk itu pelajar SMAT Krida Nusantara dididik dan dipersiapkan menjadi manusia seutuhnya dan menjadi pemimpin yang pandai merasa, bukan pemimpin yang merasa pandai. Pertahanan Negara membutuhkan dan mengharapkan pemimpin yang demikian. Sedangkan tugas Menhan adalah mempersiapkan pertahanan negara yang utuh dan kuat agar terhindar dari hakekat ancaman. 

Pengurus Yayasan Krida Nusantara dibawah pembinaan Ibu Tuti Try Sutrisno dengan Kemhan RI menjalin kerjasama Pendidikan dan Pelatihan Kader Bela Negara agar siswa-siswi SMAT Krida Nusantara mempunyai jiwa nasionalisme, berkarakter, berintegritas, mandiri, gotong royong dan religius pada masa yang akan datang. 

Dalam prosesi wisuda angkatan XX, tampil sebagai wisudawan teladan adalah putra dari Marsma TNI Danang Hadiwibowo, S.E., M.M, yaitu M. Maulana Ekaputra. Sedangkan wisudawan peraih nilai akhir tertinggi kelas MIPA diraih oleh Rembati Ayu Bestari dengan nilai akhir 84,81 dan wisudawan peraih nilai tertinggi kelas IPS diraih Daniel Marsauli Sihombing dengan nilai 84,84 (ir). 

Foto: Dok.Kemenhan