Sabtu, 19 Mei 2018

Nasib Pariwisata Nasional Tanggungjawab Kita Bersama


Mamuju/Sulawesi Barat (IndonesiaMandiri) - Menurut Kapolda Sulawesi Barat Brigadir Jenderal Polisi Baharuddin Djafar, “pariwisata Indonesia bukan saja tanggung jawab Kementerian Pariwisata tapi menjadi tanggung jawab semua elemen, khususnya pemerintah, akademisi, pelaku bisnis, media, dan komunitas. Lima unsur itu harus kompak mendukung pariwisata yang kondusif.”

Djafar mengatakan hal tersebut terkait tragedi bom yang baru saja melanda Surabaya dan berdampak ke sejumlah daerah lain. Ini berdampak besar bagi sektor bisnis dan parowisata yang membutuhkan suasana aman dan nyaman. Terlebih, setelah tragedi bom, diterapkan Siaga Satu untuk kamtibmas dari sejumlah Polda (meski tak berlaku lama), khususnya Polda Metro Jaya sebagai ibukota negara.

“Keputusan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Idham Azis mencabut status siaga satu tentunya dengan dukungan Kapolri, Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. Keputusan ini saya nilai tepat karena aksi terorisme tidak cukup dilawan dengan menulis #KamiTidakTakut di dunia maya,” kata Baharuddin Djafar.

Baharuddin ikut prihatin atas reaksi dunia internasional terutama adanya 14 negara yang telah mengeluarkan travel advise yakni Inggris, Polandia, Perancis, Irlandia dan Swiss. Sedangkan 9 negara lainnya adalah Amerika, Australia, Hong Kong, Selandia Baru, Singapura, Malaysia, Kanada, Filipina dan Brazil

“Bagi yang punya akun di media sosial, Twitter, facebook, YouTube, instagram ikut mengawasi  foto-foto dan video-video propaganda, video amatiran, yang bersifat glorifikasi teroris, membela, memuji-muji, menyebarkan propaganda terorisme. Kemudian laporkan agar akun-akun itu ditutup,” tambahnya.

Pihaknya sendiri juga pro-aktif mengajak Dispar, Dishub Provinsi dan instansi terkait untuk menyatukan visi dan misi terutama dalam menerapkan tujuh Sapta Pesona,  mengajak komunitas dan masyarakat Sulbar untuk mengunjungi obyek-obyek wisata bahari seperti Pulau Karampuang persis di seberang Mamuju, ibukota Provinsi Sulawesi Barat.

Baharuddin yang giat menggerakkan masyarakat Sulbar untuk sholat subuh di mesjid dilanjutkan Mi”Oro Siola ( duduk bersama) menambahkan masyarakat jangan larut dalam duka cita dan segera melakukan aksi nyata sehingga Indonesia segera terbebas dari travel advise negara-negara sahabat.

Pria yang berpengalaman dalam bidang intel dan jabatan terakhir sebelum menjadi Kapolda Sulbar sebagai Widyaiswara Madya Sespim Lemdikpol Polri ini optimistis iklim keamanan segera stabil dan pariwisata Indonesia bisa meraih kunjungan 17 juta wisman (hs/ab).

Foto: hilda sabri