Kamis, 10 Mei 2018

Pasukan Pemukul Reaksi Cepat TNI Latihan di Pulau Terdepan

Selaru/Maluku Tenggara Barat (IndonesiaMandiri) - Sebanyak 32 penerjun Kelompok Depan Operasi Linud (KDOL) yang terdiri dari Kostrad/Para Raider(AD), Taifib/Marinir (AL)  dan Kopaskas (AU) sekitar pukul 23.00 Wit malam telah mendarat di Desa Kandar Kecamatan Selaru, Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Penerjunan ini dilaksanakan dalam rangka latihan mendukung operasi infiltrasi pendaratan pasukan Lintas Udara yang tergabung dalam latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat/PPRC-TNI 2018 yang sedang dilaksanakan di Selaru (9/5).
 
Latihan PPRC dipusatkan di tiga tempat yaitu di Morotai, Timika dan Selaru. Untuk di Selaru dimulai 10 hingga 15 Mei. Pelaksanaan penerjunan KDOL disaksikan langsung oleh Asops Panglima TNI Mayjen TNI Lodwyk Pusung, Dankodiklat TNI Mayjen TNI Agung R, Dankodikal Laksda TNI Darwanto, Pangdam XVI/ Pattimura Mayjen TNI Suko Pranoto, Dirlat Kodiklat TNI AD Brigjen TNI Awaludin, Paban 3 TNI Kol Inf Tandyo Budi, Asops Kasdam XVI PTM Kol Epi Gustiawandan Dandim 1507/Saumlaki Letkol Inf Ryan Heryawan.
 
Tim pendukung penerjunan KDOL yaitu Satkomlek Mabes TNI, Yonkes-1 dan Kesdam XVI/Pattimura. Pukul 23.42 Wit Pendaratan penerjun KDOL selesai, dilanjutkan dengan pengecekan personil serta alat perlengkapan yang dibawa oleh penerjun. Adapun hasil pengecekan personel terakhir ditemukan tiga orang personil pendaratan penerjun KDOL tidak tepat sasaran pendaratan. Meski sempat hilang, setelah dilaksanakan pencarian bersama masyarakat setempat, lalu tiga personel Penerjun KDOL tadi  ditemukan.
 
Diduga penyebab beberapa penerjun KDOL yang mendarat jauh dari sasaran dikarenakan oleh cuaca yang kurang bagus  dan kecepatan angin yang kurang mendukung (ab).

Foto:Pendam16