Kamis, 17 Mei 2018

Pengemudi Blue Bird Merangkap Sebagai Duta Wisata


Jakarta (IndonesiaMandiri) - Kementerian Pariwisata bersama PT Blue Bird mengadakan ToT (Training of Trainer) bagi para pengemudi Blue Bird, dalam rangka memberikan pelayanan prima sebagai Wonderful Indonesia Service Ambassador atau Wisa.

Menteri Pariwisata langsung memberikan arahan kepada lebih 100 pengemudi taksi Blue Bird di Jakarta (16/5. Acara ini berlangsung hangat. Menpar menjelaskan, program WISA sangat penting dalam meningkatkan pelayanan pengemudi Blue Bird, khususnya layanan taksi di bandara ataupun tempat wisata. Pengemudi berhubungan langsung dengan turis saat akan meninggalkan bandara, untuk itu diperlukan _first impression_ yang mendalam (moment of truth), khususnya tentang Wonderful Indonesia sehingga menjadi kenangan yang membuat mereka akan berkunjung kembali ke Indonesia atau _repeat guest._

_“Moment of truth_ sangat penting yang dalam marketing sebagai _Place_ (4P;Promotion Product, Price, and Place). Artinya, Place yang dimaksud yaitu kesan pertama yang mendalam dan ini harus dilakukan melalui pelatihan kepada para driver Blue Bird sebagai ujung tombak pelayanan kepada wisman,” kata Arief Yahya.

“Sebetulnya, _how to be a service ambassador?_ Hanya ada tiga aspek yakni; _service key success factor, customer contact point,_ dan _service level agreements._ Ketiga aspek ini menjadi materi dalam pelatihan ToT WISA,” jelas Menpar.
Dalam menjelaskan WISA, Arief Yahya memberikan _benchmark_ taksi Black Cab di Kota London, Inggris. Ia menyebut, Belum ke London kalo belum naik Black Cab. Walaupun tarifnya tiga kali lebih mahal dari tarif taksi biasa, tapi taksi berbentuk unik itu masih menjadi idola para wisatawan.

“Jika ingin lulus jadi driver taksi Black Cab di London, perlu waktu kurang lebih tiga tahun untuk _test knowledge._ Tidak hanya itu, para driver juga harus hapal 15 ribu jalan serta 20 ribu spot destinasi. Para driver Black Cab juga memberikan _storytelling_ kepada para penumpangnya. Contoh bila penumpangnya muslim, mereka akan bercerita dimana tempat kuliner halal, dimana masjid, dan lainnya,” ujarnya.

Kemenpar dan Blue Bird akan membuat aplikasi yang sangat memudahkan bagi para driver. Aplikasi ini nantinya akan dipasang di _dashboard_ dan berfungsi memudahkan para pengemudi Blue Bird dalam memberikan informasi atau menjelaskan kepada penumpangnya tentang atraksi, amenitas, maupun aksesibilitas (unsur 3A) di masing-masing destinasi.

Contohnya menerangkan tentang atraksi yang menarik pada hari atau minggu ini, hotel (amenitas) apa yang memberi diskon atau kuliner apa yang menjadi top-10, maupun akses yang paling cepat dan nyaman bagi wisatawan. Semua informasi akan mudah ditampilkan dalam _smartphone_ pengemudi. Saat ini aplikasi tersebut dalam proses pengerjaan.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Arief Yahya beserta Tim atas pelatihan yang diberikan. Selain sebagai bentuk dukungan kepada industri pariwisata, pelatihan ini juga dapat meningkatkan standar pelayanan pengemudi kami”, puji Adrianto Djokosoetono, Direktur Blue Bird (aa).

Foto: Dok.Kemenpar