Rabu, 30 Mei 2018

Perayaan Waisak Sekaligus Jadi Promosi Pariwisata Borobudur


Magelang (IndonesiaMandiri) - Perayaan umat Budha Indonesia dan seluruh dunia yang memperingati puncak Hari Trisuci Waisak 2562 BE dipusatkan di komplek Candi Borobudur (29/5). Hal ini sekaligus jadi momentum untuk mempromosikan pesona wisata Candi Borobudur dan daerah sekitarnya. 

Kementerian Pariwisata memanfaatkan momentum ini untuk sekaligus mengundang 16 orang dari negara tetangga melalukan famtrip, terdiri tujuh orang monk dari Thailand, dua orang monk dari Vietnam serta tuha jurnalis stasiun TV Budha Thailand, dua jurnalis stasiun TV Vietnam, satu jurnalis media cetak Vietnam, didampingi satu staf KBRI Hanoi, Vietnam. Famtrip berlangsung enam hari, dimulai pada 27 Mei hingga 1 Juni mendatang. 

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan, bahwa wisata candi akan menjadi pengalaman luar biasa bagi wisatawan. Sebagai Mahakarya Budaya Dunia yang menjadi ikon destinasi prioritas di Jawa Tengah, Borobudur diyakini bisa menjadi inspirasi pembawa pesan perdamaian dan keharmonisan umat ke seluruh dunia. 

"Komposisinya lengkap karena wisatawan juga bisa mendapatkan nilai historis yang lengkap. Inilah wajah cantik dari Indonesia, belum lagi Keraton beserta Taman Sari Yogyakarta terus eksis sebagai pusat peradaban Jawa. Sebagai warisan budaya dunia dengan logo UNESCO, nilai Borobudur sangat luar biasa,” kata Menpar. 

"Kegiatan Famtrip yang diselenggarakan saat perayaan Hari Waisak 2562 BE sebagai upaya mempromosikan Candi Borobudur dan sekitarnya kepada para monk dan pengikutnya; komunitas umat Buddha, dan para jurnalis dari Thailand dan Vietnam guna meningkatkan kunjungan umat Budha sebagai wisman (wisatawan mancanegara) datang ke Indonesia,” kata Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar, I Gde Pitana pada Selasa (29/5). 

Rombongan diajak ke Desa Wisata Candirejo dengan aktivitas berkeliling menggunakan andong, melihat pembuatan kerupuk (industri rumahan), bermain musik tradisonal gamelan, dan melihat keunikan pertemuan dua sungai yaitu sungai Elo dan sungai Progo. Selanjutnya, peserta Famtrip diajak ke Candi Mendut untuk melaksanakan doa-doa. 

Famtrip selama 6 hari telah mengenalkan sejumlah obyek wisata di antaranya, Candi Borobudur, Prambanan, Sewu, dan Ratu Boko, Desa Wisata Candirejo, Omah Kecebong Tourism Village, Keraton Yogyakarta, Taman Sari Yogyakarta, serta Malioboro. 

Borobudur juga telah diinstruksikan oleh Presiden Joko Widodo untuk fokus dalam rangka pengembangan dan promosi, berdampingan dengan Danau Toba, Mandalika, dan Labuan Bajo. Sebagai tindak lanjutnya, Kemenpar telah membentuk Badan Otorita Borobudur. Melalui Badan Otorita ini diharapkan akan berkembang menjadi destinasi kelas dunia (ab). 

Foto: Dok.Kemenpar