Kamis, 24 Mei 2018

Prajurit TNI Luangkan Waktu Jadi Guru Ngaji


Polewali Mandar (IndonesiaMandiri) - Prajurit TNI dari Koramil 1402-02/Wanamulya, jajaran Kodim 1402/Polmas ini layak diteladani. Betapa tidak! Selain melaksanakan pembinaan teritorial di desa tempat ia bertugas, Serka Abd Gaffar di lingkungan tempat tinggalnya juga mengajar anak-anak bahkan remaja hingga dewasa dalam membaca Al-Qur’an di Masjid Nurut Taubah, Desa Sidorejo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. 

Puluhan anak-anak bahkan remaja hingga dewasa setiap hari berkumpul di Masjid Nurut Taubah untuk belajar membaca Al-Qur’an yang diajarkan oleh Serka Abd Gaffar yang juga sebagai Ketua Pembangunan Masjid Nurut Taubah di Desa Sidorejo itu (21/5). 

Hal ini dilakukan sejak tiga tahun lalu, di Masjid yang jarak dari tempat tinggalnya hanya sekitar 100 Meter. Ia ikhlas membantu karena prihatin masih banyak anak-anak bahkan sudah remaja yang belum bisa baca Al-Qur’an. 

Serka Abd Gaffar saat ditemui di Masjid tersebut mengatakan bahwa, sejak masuk bulan suci Ramadhan waktu belajar mereke dilaksanakan usai sholat Taraweh, di luar Ramadhan mereka belajar membaca Al-Qor’an usai Sholat Ashar hingga menjelang Magrib. 

“Bukan hanya belajar baca dan tulis huruf hijaiyah tapi gerakan dan bacaan sholat juga kami ajarkan kepeda mereka. Insya Allah dengan segala usaha saya akan memberikan pelajaran mengaji kepada masyarakat, baik anak-anak hingga dewasa yang tidak tahu mengaji. Saya minta untuk datang ke masjid sekaligus memakmurkan masjid kita ini, kisah Serka Abd Gaffar. 

Selain menjalankan tugas Negara sebagai aparat teritorial pembina desa, Serka Abd Gaffar mengatakan memiliki motivasi utuk membagi dan juga meneruskan pengetahuan agama kepada generasi muda di lingkungan tempat tinggalnya sebagai bekal hidup di dunia dan akhirat. 
“Saya berharapa mereka semua nantinya menjadi generasi yang Qurani dan dan berjiwa Pancasila serta hidupnya selalu terjaga dari perbuatan yang dapat merugikan dirinya sendiri dan orang lain,” harapannya (zik/ab). 

Foto: zik