Jumat, 25 Mei 2018

Presiden Jokowi Kunjungi Bandara Internasional Baru Kertajati


Majalengka/Jawa Barat (IndonesiaMandiri) - Disambut tradisi water salute, pesawat Kepresidenan yang ditumpangi Presiden RI Joko Widodo berhasil mendarat di Bandara Internasional Jawa Barat, Kamis (24/5). Presiden berharap bandara yang terletak di Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat ini dapat segera melayani masyarakat pada awal Juni. 

“Menhub telah sampaikan ke saya Insya Allah bisa beroperasi. Tanggal 8 Juni sudah ada penerbangan komersial yang masuk,” kata Presiden Jokowi. 

Bandara ini ke depan, ujar Presiden, dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi Kabupaten Majalengka dan Provinsi Jawa Barat. Selain itu juga dapat terintegrasi dengan infrastruktur transportasi lainnya. Ia menyebut dengan begitu akan menarik minat investor untuk berinvestasi. 

“Kami juga ingin Bandara Kertajati terintegrasi dengan Pelabuhan Patimban. Karena jarak dari sini 40 kilometer sehinga ini memudahkan layanan kepada investor untuk masuk dan dengan begitu kita berharap pertumbuhan ekonomi Jawa Barat lebih meningkat dan lebih baik,” jelas Presiden. 

Pada kesempatan yang sama Presiden juga mengapresiasi pembiayaan pembangunan Bandara Kertajati yang merupakan kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan perusahaan swasta. “Model ini akan kita kembangkan di daerah lain sehingga kecepatan pembangunan bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya. 

Pada kesempatan sama Menhub Budi Karya Sumadi menjelaskan Bandara Kertajati memiliki kapasitas hingga lima juta penumpang per tahun, pergerakan sebanyak 200 pesawat per hari. 

“Kalau penumpang satu tahun kira-kira 5-6 juta, movement kira-kira 200 movement per hari. Ini nanti PT Angkasa Pura II akan membangun (perpanjangan runway) dalam tahun ini. Akhir tahun ini akan selesai untuk 3000 meter, jadi saya kira tidak ada masalah semua ini dalam proses yang kita jalan semua,” ucap Menhub. 

“Beroperasinya tanggal 8 Juni 2018 tapi bisa juga maju. 8 Juni 2018 sudah dijadwalkan tapi bisa maju pada akhir Mei 2018. Maskapai yang sudah tercatat ada Citilink, Lion Air, dan Wings Air dengan rute Surabaya. Ada yang ke Denpasar juga tapi ini lagi kita atur mungkin bukan 2 atau 3 mungkin bisa 6 lebih,” kata Menhub. Selain penerbangan komersil, Menhub berharap penerbangan haji juga akan dilakukan melalui Bandara Kertajati. 

Turut hadir dalam pendaratan pertama di Bandara Kertajati Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso, dan sejumlah pejabat terkait (tim). 

Foto: Dok.Kemhub