Selasa, 15 Mei 2018

Sinergitas Komponen Bangsa Guna Pelihara Imunitas Bangsa


Jakarta (IndonesiaMandiri) - “Dalam menghadapi kompetisi global ini, saya mengajak agar kita bersama-sama dan kembali bangkit membangun soliditas dan sinergitas guna mewujudkan Indonesia sebagai negara pemenang dan adil sejahtera sebagaimana menjadi cita-cita kita bersama. Kemudian secara khusus, saya juga mengajak agar dalam setiap kesempatan yang ada, kita menggelorakan kembali nilai-nilai luhur bangsa yang berhasil mempersatukan rakyat Indonesia dalam satu semangat perjuangan, yaitu menghargai perbedaan, persatuan dan kesatuan, rela berkorban, pantang menyerah, kebersamaan dan gotong-royong, serta percaya diri. Nilai-nilai luhur tersebut yang saya namakan dalam buku yang Bapak/Ibu pegang sebagai Imunitas Bangsa atau Immunity of nation, terbukti menjadikan bangsa kita kebal dari pengaruh virus yang mengikis kebangsaan kita dan dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa,” pesan Kepala Staf Angkatan Darat/Kasad yang dibacakan Wakil Kepala Staf Angkatan Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman pada acara silaturahi dengan berbagai komponen masyarakat, pemimpin media massa dan tokoh lintas agama yang digelar oleh Staf Teritorial Angkatan Darat di Aula Jenderal Besar A.H Nasuiton Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta (15/5).

Perluasan isu hoax dan ujaran kebencian di Indonesia saat ini begitu masif, sehingga amplifikasi melalui media konvensional maupun media sosial dengan 130 juta pengguna aktif dari 260 juta penduduk, sangatlah efektif untuk membentuk opini masyarakat. Hal ini didukung pula oleh rendahnya rata-rata pendidikan masyarakat Indonesia yang hanya mencapai 8,6 tahun atau setara dengan Kelas 2 SMP, sebagaimana yang ditemukan oleh BPS pada tahun 2017.

Dikatakan Jenderal Mulyono, meningkatnya suhu politik dan keamanan selama pelaksanaan Pilkada Serentak pada tahun 2017 sebagai akibat dari penggunaan hoax dan kebencian oleh para politisi melalui berbagai saluran media, hendaknya menjadi pelajaran bagi kita semua tentang kerawanan media yang dapat menyebarkan konten-konten yang dapat mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa.

“Tentunya kita tidak menginginkan kondisi tersebut kembali terjadi selama pelaksanaan pesta demokrasi pada 2018 dan 2019 yang akan datang, dimana secara bersamaan negara kita akan menyelenggarakan tiga hajatan penting, yaitu Pilkada Serentak di 171 wilayah, Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, serta tahapan Pilpres/Wapres dan anggota DPR pada tahun 2019,” ujar Kasad yang juga menegaskan kembali bahwa netralitas TNI AD sudah final dan tidak bisa ditawar lagi.

“Bagi TNI AD, memang hal itu dapat dikatakan sebagai diluar batas kewenangan, namun jika kita telisik lebih dalam lagi, maka sesungguhnya esensi dari sistem pertahanan rakyat semesta adalah kesejahteraan masyarakat dan kemandirian bangsa. Oleh karenanya, TNI AD merasa terpanggil untuk menyelaraskan fungsi pertahanan dengan pembangunan kesejahteraan nasional, dan saya yakin juga bahwa Bapak/Ibu sekalian pun turut merasakan hal yang sama,” tegas Jenderal Mulyono dalam sambutan tertulisnya.

Untuk itu, dalam berbagai kesempatan, TNI AD senantiasa mengajak seluruh komponen bangsa untuk turut terlibat dan melibatkan diri dalam program yang sedang dibangun oleh pemerintah, khususnya untuk membangun Indonesia sejahtera sesuai dengan fungsi dan bidang kompetensi masing-masing.

Kasad memaparkan, perang yang juga dikenal sebagai Unrestricted War ini, strategi dan taktiknya tidak hanya menggunakan kekuatan militer saja, namun juga mengedepankan kekuatan non militer seperti Ipoleksosbud dan teknologi. Jika diermati, sesungguhnya perubahan ini juga telah dialami dunia ketika mencairnya perang dingin antara Uni Soviet dan Amerika, runtuhnya tembok Berlin, pecahnya Uni Soviet dan negara-negara semenanjung Balkan, Perang Irak dan berbagai peristiwa terakhir lainnya yang menaikkan tensi hubungan internasional.

Pada era sekarang ini peran non state sangatlah dominan, sehingga kekuatan yang digunakan pun lebih berorientansi pada memaksimalkan kekuatan soft power dibandingkan dengan hard power. Kini hal tersebut telah dialami oleh kita, salah satunya mulai terkikisnya nilai-nilai kebangsaan pada generasi muda.

“Telah menjadi nafas dan jiwa kita dalam memberikan pengabdian yang terbaik bagi rakyat dan Bangsa Indonesia. Kita sudah tekankan kepada seluruh jajaran TNI AD untuk tidak terlibat, atau melibatkan diri dalam politik praktis yang diusung siapapun termasuk para purnawirawan yang notabene mantan atasannya,” tegas Kasad (tim).

Foto: Dispenad