Jumat, 22 Juni 2018

Indonesia Pimpin Sidang UNWTO Wilayah Asia Timur dan Pasifik 2018 di Fiji

Fiji/Pasifik Selatan (IndonesiaMandiri) - Indonesia memimpin Sidang Gabungan Komisi Regional United Nations - The World Tourism Organization/UNWTO Wilayah Asia Timur dan Pasifik dan Asia Selatan ke 30 (The 30th Joint Meeting of the UNWTO Commission for East Asia and the Pacific and UNWTO Commission for South Asia) yang diselenggarakan di Nadi, Fiji (18-19/6). Sesuai Keputusan Sidang Umum ke-22 UNWTO 2017 di Chengdu, China, Indonesia ditetapkan sebagai Ketua Komisi Regional UNWTO wilayah Asia Timur dan Pasifik/Astimpas periode 2018-2019.

Deputi Bidang Pemasaran II Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya menjadi Ketua Delegasi yang memimpin jalannya sidang. Dalam sambutannya, Nia Niscaya menyatakan pentingnya keseimbangan antara pemanfaatan _resources_ dan pelestarian.

“Indonesia sudah memiliki _Road Map_ dan _Action Plan_ untuk penanganan _Climate Change_ secara nasional, termasuk langkah mitigasi maupun adaptasi dan hal-hal khusus terkait dengan pariwisata perlu ditangani secara komprehensif oleh semua _stakeholder_ seperti kasus penanganan sampah laut di Bali yg sumber sampahnya berasal dari luar destinasi Bali”, papar Nia Niscaya saat menjadi salah satu panelis pada High Level Dialogue on: “How to Address the Issue of Climate Change in Tourism Development” (18/06).

Pembahasan soroti pentingnya pemahaman dan kerjasama dalam pembangunan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) negara-negara Asia Pasifik, mengingat potensi pariwisata akan mudah rusak apabila perubahan iklim tidak bisa dikendalikan.

Pada hari kedua (19/06), Indonesia memimpin Sidang Gabungan Komisi Regional UNWTO wilayah Astimpas dan wilayah Asia Selatan ke 30 dihadiri oleh 27 negara anggota, Sekjen UNWTO dan pejabat terkaitnya, CEO PATA, CEO SPTO, Trip Advisor dan Amadeus.

Kemenpar menyampaikan terima kasih kepada UNWTO yang telah mendukung Indonesia khususnya workshop dalam implementasi Mobile Positioning Data (MPD) dan program pembangunan pariwisata berkelanjutan. CEO The Pacific Travel Association (PATA), Mario Hardi, menanggapi bahwa PATA mendukung program MPD di Indonesia.

“PATA mendukung program MPD di Indonesia dan siap untuk terlibat apabila Indonesia mengharapkan peran PATA,” kata Mario Hardi.

Dalam sidang ini, Ketua Delegasi RI merespon istilah “Islamic Tourism” yang disampaikan pada laporan Program UNWTO untuk diganti dengan istilah “Muslim Friendly Tourism” atau “Halal Tourism” yang langsung disetujui oleh para delegasi. Delegasi RI juga menyampaikan beberapa perkembangan pariwisata yang telah dilakukan Kementerian Pariwisata, yaitu (1) Program-program nasional yaitu _digital tourism_ , konektivitas udara, dan program Visit Wonderful Indonesia (ViWI) 2018 serta Program pengembangan 10 destinasi _branding_ dan 10 destinasi Bali Baru; dan (2) event internasional yang akan berlangsung di Indonesia yaitu Asian Games dan IMF-WB Annual Meetings 2018 (aa).

Foto: Dok.Kemenpar