Rabu, 06 Juni 2018

Investasi Sektor Pariwisata Kian Menarik&Melonjak Pesat

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Pengembangan destinasi pariwisata yang dilakukan Kementerian Pariwisata/Kemenpar telah mendorong investasi di sektor pariwisata melonjak pesat. Di 2017 lalu investasi pariwisata mengalami pertumbuhan hingga 31% atau senilai US$ 1,7 miliar, sementara pada tiga bulan petama (Q-1) 2018 ini mencapai US$ 500 juta dari target yang ditetapkan sebesar US$ 2 miliar.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kemenpar Dadang Rizky Ratman mengatakan, ada korelasi antara meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia dengan meningkatnya kebutuhan investasi pada destinasi wisata favorit wisatawan.

“Investasi di sektor pariwisata masih tertuju pada tiga destinasi utama yaitu Great Bali, Great Jakarta, dan Great Kepri karena destinasi ini paling banyak dikunjungi wisman,” kata Dadang Rizky Ratman dalam diskusi dengan wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Pariwisata (Forwapar) di Hotel Red Top Jakarta (4/6). Acara diskusi dilanjutkan dengan acara buka puasa bersama.

Dadang Rizky Ratman menjelaskan, meningkatnya investasi pariwisata tersebut terkait pula dengan originasi wisman yang masuk ke Indonesia utamanya dari top-10 pasar wisman yaitu China, Eropa, Singapura, Malaysia, Australia, India, USA, Korsel, Jepang, dan Filipina, Thailand, Taiwan, Timteng, dan Hongkong. “Investasi pariwisata tersebut direalisasikan di tiga wilayah atau regional yang menjadi tanggung jawab Deputi kami,” jelas Dadang Rizky.

Dadang Rizky Ratman pada kesempatan itu menjelaskan seputar tren daerah baik di tingkat provinsi, kota dan kabupaten mempunyai semangat tinggi untuk mengembangkan destinasi di daerah mereka. “Trend ini terlihat dari usulan proyek pengembangan destinasi yang diajukan melalui DAK (Dana Alokasi Khusus) yang mencapai Rp 15 triliun, namun kemampuan untuk merealisasikan hanya sekitar Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun,” rinci Dadang Rizky (ab).

Foto: Dok.Kemenpar