Minggu, 17 Juni 2018

Uni Eropa Cabut Larangan Terbang Maskapai Penerbangan Indonesia

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Hadiah istimewa saat Hari Raya Idul Fitri diperoleh Indonesia, khususnya dunia maskapai penerbangan nasional, di mana Uni Eropa telah mencabut larangan terbang (EU Flight Ban) maskapai penerbangan Indonesia (14/6).

"Ini merupakan kado Hari Raya untuk masyarakat Indonesia. Uni Eropa telah mencabut larangan seluruh maskapai penerbangan Indonesia dari EU Safety Flight. Kepercayaan yang telah diberikan kepada Indonesia ini, harapannya bisa lebih mendorong industri penerbangan dan pariwisata sehingga berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional," tutur Menteri Perhubungqn Budi Karya Sumadi.

Kepercayaan yang telah diberikan untuk Indonesia ini diharapkan bisa mendorong industri penerbangan dan juga pariwisata.  Hal ini disampaikan oleh Menhub Budi Karya Sumadi bersama Menlu Retno Marsudi saat menggelar Konferensi Pers di Kediaman Menteri Perhubungan (15/6).

Menhub menjelaskan bahwa terdapat 55 maskapai penerbangan yang telah memenuhi syarat untuk melakukan penerbangan ke Uni Eropa. Uni Eropa telah menetapkan flight ban pada seluruh maskapai penerbangan sejak 2007.

"Sejumlah 55 maskapai penerbangan telah memenuhi syarat untuk terbang ke Eropa. Ini adalah suatu jumlah yang banyak. Totalnya ada 62 maskapai penerbangan. Jadi kita sudah berhasil meningkatkan tingkat keselamatan terbang bagi penumpang," jelas Menhub.

"Pencabutan ini merupakan hasil kerja yang panjang, kolaborasi diplomasi, regulator dalam hal ini adalah Kementerian Perhubungan dan kolaborasi dengan operator yaitu maskapai penerbangan Indonesia. Juga,  melakukan kolaborasi dengan parlemen Eropa dan ASC Committee. Pendekatan juga kita lakukan sejak tahun 2007. Secara keseluruhan, ini hasil kerja 11 tahun sejak Juli 2007," puji Menlu.

Pada kesempatan yang sama, Dubes Uni Eropa Vincent Guerend pun menjelaskan aspek penilaian dari pencabutan larangan terbang Indonesia. “Komite ini diketuai oleh Komisi Eropa dengan dukungan dari Badan Keselamatan Penerbangan Eropa (European Aviation Safety Agency). Penilaian dilakukan berdasarkan standar keselamatan internasional, terutama standar yang ditetapkan oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (International Civil Aviation Organisation)," tutupnya (tim).

Foto: abri