Kamis, 21 Juni 2018

Karhutla di Taman Nasional Gunung Leuser Berhasil Diatasi


Aceh Selatan (IndonesiaMandiri) - Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Daops Sibolangit terus upayakan pemadaman api pada lahan terbakar seluas kurang lebih 70 hektar di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Leuser/TNGL, tepatnya di lahan masyarakat di Desa Ujung Mangku, Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan. 

Demi mencegah meluasnya kebakaran, Tim Manggala Agni Daops Sibolangit dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK padamkan api tersebut tanpa kenal lelah, kurang lebih selama lima hari sejak terjadinya kebakaran hingga tadi malam (18/06).

Meskipun api belum sepenuhnya padam semangat Tim Manggala Agni Daops Sibolangit Sumatera Utara yang berkoordinasi dengan Polres Aceh Selatan dalam memadamkan api di lapangan tak sedikitpun mengendur. 

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, Raffles B. Panjaitan menyampaikan bahwa Brigade Pengendalian Karhutla KLHK- Manggala Agni selalu siap melakukan pemadaman. Bersama para pihak, Manggala Agni membangun sinergi untuk menanggulangi karhutla sehingga tidak meluas. 

“Status Siaga Darurat yang telah ditetapkan oleh Bupati Aceh Selatan sejak 13 Juni lalu hingga 18 Agustus 2018 nanti menuntut kewaspadaan kita semua agar karhutla yang terjadi dapat segera diatasi dan upaya pencegahan harus ditingkatkan sehingga tidak muncul potensi karhutla”, tandas Raffles.

Sementara itu, Manggala Agni di wilayah-wilayah rawan karhutla lainnya baik di wilayah Sumatera dan Kalimantan terus lalukan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat. Cuaca yang panas di beberapa tempat sangat rentan terjadi karhutla, sehingga upaya pencegahan harus terus dilakukan oleh Manggala Agni bersama para pihak dan masyarakat.

Pantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Hari Senin, pukul 20.00 WIB (18/06/2018), berdasarkan satelit NOAA terpantau empat titik, masing-masing satu titik di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Jawa Timur. Sedangkan berdasarkan satelit TERRA AQUA terpantau dua hotspot, di Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Timur (dj).

Foto: Dok.KLHK