Selasa, 26 Juni 2018

Kementerian Pariwisata Mulai Bangun Homepod di Ulun Danu Beratan

Tabanan/Bali (IndonesiaMandiri) - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mulai gencar menerapkan konsep _Nomadic Tourism_ untuk mendongkrak jumlah amenitas pariwisata, sekaligus mengimbangi pertumbuhan kunjungan wisatawan. Salah satu pengembangannya adalah melalui pembangunan amenitas (akomodasi) yang sifatnya bisa dipindah-pindah, yaitu homepod.

Homepod sejenis homestay atau Rumah Desa yang berbentuk telur, sehingga biasa disebut “rumah telur”, dan sifatnya dapat dibongkar pasang atau semi-fixed. Pada even Ulun Danu Beratan Art Festival IV 2018 (24/06), Kemenpar memperkenalkan konsep homepod tersebut yang telah dibangun di pinggir Danau Beratan, Kabupaten Tabanan, Bali.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana, dengan menggunakan material bambu, homepod diharapkan dapat lebih mendekatkan wisatawan dengan alam. Meskipun sederhana, rumah ini terdiri dari dua lantai yang cocok untuk ditempati satu keluarga.

"Pembangunan homestay Rumah Desa ini didanai oleh Kementerian Pariwisata sebagai percontohan. Untuk satu unit biayanya Rp 150 juta sudah termasuk genset. Ini tidak mahal untuk _nomadic tourism_," ujar Pitana (24/6).

Pitana menambahkan, Kementerian Pariwisata, yang mendukung penuh event Ulun Danu Beratan Art Festival IV 2018 ini, ingin lebih mengenalkan desa wisata dan objek wisata yang ada di Indonesia, salah satunya di Tabanan, Bali. Ulun Danu Beratan menjadi lokasi kedua yang dipilih untuk membangun homestay Rumah Desa ini, setelah sebelumnya Kemenpar telah lebih dulu meresmikan homepod di Danau Toba.

Sementara itu, Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, berharap homepod ini bisa menjadi inspirasi bagi industri pariwisata. “Kami senang sekali Ulun Danu Beratan dibangun homepod rumah telur ini. Kami juga berencana akan membangun lagi di beberapa lokasi di Tabanan," puji Ni Putu Eka Wiryastuti.

Pada perayaan Ulun Danu Beratan Art Festival IV 2018 ini, pihaknya berharap dapat mendatangkan hingga 1,5 juta pengunjung. Terlebih karena ada beberapa hal yang berbeda yakni diisi dengan parade Gebogan Bunga khas kawasan Candikuning, penampilan tarian maskot Ulun Danu Beratan yakni Kecak Ulun Danu Beratan yang hanya dipentaskan pada event-event tertentu. “Kalau Festival Tanah Lot saja bisa 3 sampai 4 juta pengunjung, ya Ulun Danu Beratan pasti bisa mencapai 1,5 juta pengunjung,” ujarnya (pn/ab).

Foto: Dok.Kemenpar