Rabu, 27 Juni 2018

Nias Berkemas Menuju Destinasi Wisata Kelas Dunia

Jakarta (IndonesiaMandiri) - “Pantai Sorake Nias masuk sepuluh tempat surfing terbaik dunia. Event World Surfing yang berlangsung di sana akan mendatangkan banyak wisman,” begitu ungkap Menteri Pariwisata/Menpar Arief Yahya ketika bersama Menteri Hukum & HAM yang juga tokoh masyarakat Nias Yasona Laoly, Bupati Nias Selatan  Hilarius Duha saat meluncurkan Festival Ya’ahowu Nias 2018 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Senin (25/6).

Menpar Arief Yahya mengatakan, Kepulauan Nias, di Sumut layak dikembangkan menjadi destinasi utama kelas dunia, dan diproyeksikan 2024 mendatang dikunjungi 1 juta wisatawan dari posisi sekarang baru sekitar 60 ribu wisatawan.

“Bila dari 1 juta wisatawan tersebut, 10 persennya atau 100 ribu adalah wisatawan mancanegara (wisman) akan diperoleh devisa langsung  Rp 1,1 triliun dan ini akan mensejahterakan masyarakat Nias,” pesan Menpar Arief Yahya.

Di Nias akan ada Festival Ya’ahowu Nias 2018 yang masuk dalam 100 Calender of Event Wonderful Indonesia (CoE WI)  dan event World Surfing League (WSL). “Apalagi pantai Sorake Nias masuk 10 tempat surfing terbaik dunia. Event World Surfing yang berlangsung di sana akan mendatangkan banyak wisman,” puji Menpar Arief.

Saat ini Bandara Binaka Nias, baru dikembangkan dengan panjang landasan pacu 2.200-2.2500 meter dan lebar 30 meter sehingga bisa didarati pesat Bombardier CRJ 1000 berkapasitas 100 penumpang.

Pariwisata Nias sudah menunjukkan kemajuan hal ini terlihat dari jumlah kunjungan wisatawan yang tahun lalu hanya sekitar 40 ribu wisman, kini meningkat menjadi 60 ribu, dan tahun depan mentargetkan 100 ribu.

Tokoh masyarakat Nias Yasona Laoly pada kesempatan itu mengajak pemerintah daerah (4 kabupaten dan 1 kota) dan masyarakat Nias bergandeng tangan untuk memajukan pariwisata. “Festival Ya’ahowu Nias 2018 menjadi agenda pariwisata andalan Nias harus diselenggarakan secara konsisten dan terus ditingkatkan kualiatasnya. Juga World Surfing League sebagai even yang membawa Nias dikenal ke seluruh dunia,” jelas Yasona Laoly.

Bupati Nias Selatan  Hilarius Duha mengatakan, Festival Ya’ahowu Nias 2018 akan berlangsung di Nias Selatan pada 16-20 November 2018, sedangkan Nias World Surfing League di Pantai Saroke berlangsung 24-28 Agustus 2018 mendatang. “Dua event andalan ini akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Nias,” kata Hilarius Duha.

Festival Ya’ahowu Nias 2018 mentargetkan sekitar 50.000 pengunjung. Para wisatawan ini akan menikmati berbagai rangkaian ancara di antaranya; pameran pembangunan, produk unggulan dan kuliner Nias; Ya’ahowu Nias parade (pawai budaya keliling kota Teluk Dalam dengan  menampilkan busana daerah dari setiap peserta, kendaraan hias, marching band); atraksi budaya dari kabupaten kota se-Kepulauan Nias (Famozi Gondra, Orahu,  Fame Afo, dan atraksi budaya lainnya); batu kolosal yang  didukung oleh 100 orang pelompat batu dan akan masuk  rekor MURI;  serta aneka festival di antaranya Ono Niha Sea Food & Barbeque Festival; serta aneka lomba di antaranya lomba volley pantai (ab/

Foto: Dok.Kemenpar