Selasa, 26 Juni 2018

Pemantauan Daerah Rawan Karhutla Rutin Dilakukan KLHK

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/KLHK Raffles B. Panjaitan menyampaikan bahwa timnya, Manggala Agni secara rutin melakukan pemantauan hotspot melalui website www.sipongi.menlhk.go.id.

“Terhadap hotspot yang terpantau, segera dilakukan pengecekan lapangan atau groundcheck untuk memastikan kejadian kebakaran sehingga dapat segera diambil langkah antisipasif melalui pemadaman dini,” tegas Raffles (25/6).

Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, Manggala Agni, lakukan groundcheck untuk memastikan apakah terjadi api pada lokasi terpantau hotspot yang merupakan indikasi kebakaran hutan dan lahan/karhutla. Jika benar terjadi kebakaran dapat segera dilakukan langkah antisipasi penanggulangan secara dini pada areal yang terbakar.

Manggala Agni Daops Sarolangun, Provinsi Jambi melakukan groundcheck di Desa Dusun Dalam, Kecamatan Batin VIII, Kabupaten Sarolangun. Berdasarkan pantauan satelit terpantau hostpot yang segera ditindaklanjuti oleh Manggala Agni bersama personil Polsek Batin saat ditemukan lahan bekas terbakar seluas ± 1 Ha (24/06).

Di lokasi lain juga dilakukan groundcheck oleh Manggala Agni Daops Kapuas, Kalimantan Tengah bersama-sama dengan anggota TNI (24/06). Hotspot terpantau berdasarkan satelit TERRA AQUA tanggal 23 Juni 2018 di Desa Harapan Baru, Kecamatan Dadahup, Kabupaten Kapuas. Lokasi hotspot yang berjarak 120 km dari markas Daops, ditempuh selama 2,5 jam menggunakan kendaraan roda dua dan dilanjutkan dengan perahu kelotok, waktu tempuh sekitar 45 menit menuju lokasi. Pada lokasi groundcheck ditemukan lahan terbakar dengan luasan ± 5 Ha. Kini kondisi api sudah padam total.

Selain groundcheck, Manggala Agni juga dengan sigap melakukan pemadaman pada wilayah-wilayah yang terjadi kebakaran, seperti pemadaman di Desa Semata, Kecamatan Tangaran, Kabupaten Sambas oleh Manggala Agni Daops Singkawang, Kalimantan Barat. Luas terbakar mencapai ±25 Ha pada areal gambut. Manggala Agni terus berupaya memadamkan api yang masih berkobar hingga Minggu sore (24/6).

Mopping up juga dilakukan oleh Manggala Agni Daops Malili, posko siaga di Sulawesi Selatan, pada areal terbakar di Kelurahan Buntu, Kecamatan Makale, Kabupaten Tana toraja. Luas terbakar ± 1 Ha pada tanah berbukit, dengan vegetasi terbakar alang alang, pakis, dan semak. Penyebab kebakaran diduga akibat kelalaian pengunjung lokasi obyek wisata (cn).

Dok.KLHK