Selasa, 05 Juni 2018

Prasada Band Milik Prajurit Yonif 753/PSY Raih Juara Kemenkominfo


Jakarta (IndonesiaMandiri) - Saat peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-110 pada 2018 digelar lomba Apresiasi Kreatifitas Budaya Digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia/Kemenkominfo bekerja sama dengan Mabes TNI berupa hasil karya video perorangan maupun kelompok. 

Setelah dilakukan proses seleksi, ada 24 hasil karya berupa video dari para Prajurit Pengawal Kebangkitan Kawasan Perbatasan Negara yang ikut serta dalam kegiatan Apresiasi Kreatifitas Budaya Digital Kemenkominfo (24/5). Ini sesuai tema Hari kebangkitan Nasional yang dicanangkan Presiden RI, “Pembangunan Sumber Daya Manusia Memperkuat Pondasi Kebangkitan Nasional Indonesia dalam Era Digital.” 

Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Timur Yonif 743/PSY dengan Prasada band-nya meraih predikat Hasil Karya Terbaik I dengan karya video berjudul “Suara Dari Perbatasan”. Adapun ketentuan lomba tersebut adalah kreatifitas prajurit berupa video dan lagu (perorangan maupun kelompok) bertema ”Suka Duka Prajurit menjaga kedaulatan NKRI ditapal Batas Negara dan memiliki unsur semangat untuk mendorong Kebangkitan Kawasan Perbatasan”, maksimal durasi video tujuh menit. 

Komandan Satgas Pamtas RI RDTL Yonif 743/PSY Mayor Inf I Putu Tangkas Wiratawan mengatakan, Prasada Band merupakan band bentukan dari Satgas Pamtas Yonif 743/PSY dimana personilnya terdiri dari anggota Batalyon Infanteri 743/PSY yang sedang melaksanakan tugas operasi di daerah perbatasan Indonesia-Timor Leste (RI-RDTL) wilayah Sektor Timur. 

Disela kesibukan dalam menjaga kedaulatan NKRI di tapal batas, Band Prasadha mengirimkan rekaman videonya untuk disertakan dalam lomba tersebut dan berhasil merebut juara pertama hasil penilaian dari panitia lomba Kementerian Komunikasi dan Infromatika serta Mabes TNI. 

“Kemenangan ini bukan milik Satgas Pamtas RI RDTL Yonif 743/PSY saja namun ini adalah hasil jerih payah bersama, dan hasil kami persembahkan untuk masyarakat di wilayah perbatasan RI-RDTL khususnya Masyarakat Kabupaten Belu Atambua ” ungkap Putu Tangkas. 

Pengumuman dilakukan pada 25 Mei 2018 dan empat hasil karya terbaik diumumkan langsung. Adapun empat hasil karya terbaik: 1. Yonif 743 judul lagu ”Suara dari Perbatasan“; 2. Yonif 141 judul lagu ”Alam Borneo Ku“; 3. Yonif 323 Judul Lagu ”Indonesia Tercinta“; dan 4. karya terbaik harapan InYonif 315 Judul Lagu ”Hakikat Pengabdian” (rm).