Senin, 04 Juni 2018

TNI AL/Lanal Sibolga Tangkap Kapal Bom Ikan


Sibolga/Sumbar (IndonesiaMandiri) - TNI AL melalui Tim Western Fleet Quick Respons/WFQR Lanal Sibolga Lantamal II Padang di Perairan Sibolga, Sumatera Barat (1/6). 

Danlanal Sibolga Letkol Laut (P) Fajar Priyanto menjelaskan kronologis penangkapan KM. Ayunda-01 yang diduga melaksanakan illegal fishing dengan menggunakan bahan peledak (handak) dimana pada 1 Juni pukul 18.00 Wib Tim WFQR Lanal Sibolga mendapatkan informasi awal adanya speedboat yang membawa barang untuk digunakan dalam kegiatan penangkapan ikan ilegal dengan cara menggunakan handak (bom ikan). 

Selanjutnya tim bergerak menuju Perairan Labuhan Sonang dan sesaat kemudian Tim WFQR berhasil menyergap sebuah speedboat yang diduga membawa barang-barang untuk digunakan sebagai bahan peledak (bom ikan). 

Setelah diadakan pemeriksaan, ternyata speedboat tersebut benar membawa barang-barang berupa bahan peledak sebagain bahan dasar bom ikan. Tim segera bergerak dengan melaksanakan penyamaran menuju posisi kapal ikan yang akan melangsir/transfer barang-barang handak tersebut dengan menggunakan speedboat dengan tujuan penyergapan kapal ikan tanpa dicurigai dan agar kapal ikan tidak kabur. 

Tim WFQR dapat menyergap dan menangkap kapal tersebut di Perairan Pulau Bakkar pada posisi 01°34'308 U - 098°43'540 T. Selanjutnya dilaksanakan prosedur pemeriksaan terhadap kapal, abk beserta muatannya. 

Dari hasil pemeriksaan diperoleh data nama kapal KM. Ayunda-01 GT 3 jenis kapal ikan bubu dengan nakhoda "J" dan abk lima orang. Sementara barang bukti yang ditemukan seperti satu set kompresor, satu karung/± 20 kg pupuk bahan dasar handak, 30 botol beling minuman, tiga set benang jahit, tiga set mouthpiece dan dua masker selam, 1 buah teropong, sepasang sandal swallow yang digunakan sebagai sumbat botol, 1 pak dupa, sekaleng cat silver, 50 geeb/detonator, ± satu ns bubuk mesiu/bubuk korek api, 14 biji selongsong sumbu,  ± 50 meter selang kompresor serta satu buah GPS dan Echosounder. Barang tersebut kuat dugaan merupakan bahan dasar peledak sebagai bom ikan (ab). 

Foto: Dispen Armada I