Kamis, 07 Juni 2018

Wisata Halal Indonesia Bakal Rebut Pasar Global

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Kementerian Pariwisata/Kemenpar meluncurkan program Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) dan Hot Deals ViWi 2018 Middle East di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta (5/6). Tekad Indonesia menjadi destinasi wisata halal terbaik dunia dengan berada di peringkat pertama versi Global Muslim Travel Index (GMTI) pada 2019, akan mudahkan Indonesia merebut pasar wisata halal global yang diproyeksikan jumlah pengeluarannya capai US$ 220 miliar pada 2020 mendatang.

“Kemenangan di GMTI 2019 akan membuat kita semakin _confidence_ dan kredibilitas kita di kancah Internasional meningkat. Kemenangan itu menjadi kalibrasi terhadap wisata halal kita yang berstandar global dan membuktikan kita adalah _global player_,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, GMTI paling dikenal di seluruh dunia sehingga GMTI 2019 menjadi ajang untuk ‘menjual’ Indonesia di kancah Internasional agar dikenal dunia sebagai destinasi wisata _moslem friendly_ kelas dunia. “Indonesia saat ini berada di peringkat dua sebagai destinasi halal dunia versi GMTI 2018 bersama dengan Uni Emeriat Arab, sedangkan peringkat pertama ditempati Malaysia. Kita akan mengalahkan Malaysia pada GMTI 2019,” papar Menpar Arief Yahya.

CEO Mastercard Crescent Rating Fazal Bahardeen menyebut ndonesia mempunyai peluang besar dalam merebut pasar wisata halal dunia yang jumlahnya mencapai 131 juta wisman pada tahun 2017. Jumlah ini diproyeksikan meningkat menjadi 200 juta dengan pengeluaran mencapai US$ 200 miliar pada 2020 mendatang.

Peluncuran IMTI merupakan kerjasama Kemenpar dengan Crescentrating – Mastercard untuk menentukan peringkat destinasi-destinasi di Indonesia yang paling ramah terhadap wisatawan muslim dengan berbagai kriteria yang sudah ditetapkan.

Ketua Tim Percepatan Wisata Halal Kemenpar Riyanto Sofyan mengatakan, Program IMTI 2018 merupakan upaya meningkatkan komitmen antara Pemerintah Pusat (Kemenpar) dengan Pemerintah Daerah atau Dinas Pariwisata Daerah maupun dengan stakeholder terkait untuk mengembangkan pariwisata halal di berbagai destinasi di Indonesia dengan berbagai kemudahan yang dibutuhkan wisata seperti rumah makanan halal, sarana ibadah yang memadai, toilet yang berstandar halal, dan lainnya.

Ketua Tim Visit Wonderful Indonesia (ViWI) 2018 Hariyadi Sukamdani sebut program Hot Deal ViWI 2018 ditujukan untuk pasar Timur Tengah sebagai salah satu pasar utama Indonesia. "Pasar wisman Timur Tengah sangat besar. Target tahun ini 250 ribu wisman atau naik 12,43%,” jelas Haryadi Sukamdani. Untuk merebut pasar Timur Tengah pihaknya telah menyiapkan 43 paket Hot Deals untuk menarik wisman pada musim liburan pada Juni hingga September 2018 (rm).

Foto: Dok.Kemenpar