Kamis, 05 Juli 2018

KLHK&Kemenkominfo Luncurkan SMS Blast Karhutla Demi Sukses Asian Games

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Proses penanganan kebakaran hutan dan lahan/karhutla beberapa waktu terakhir capai hasil yang signifikan. Pengalaman karhutla pada 2015, memberikan pelajaran berharga bagi Indonesia untuk melakukan langkah pencegahan agar tak terulang kejadian serupa. Presiden Joko Widodo secara langsung memimpin dan menangani langkah penyelesaiannya di lapangan ketika itu.

“Saat ini dapat dirasakan hasilnya, selama dua tahun dan masuk tahun ketiga, tidak ada lagi transboundary haze (kabut asap lintas batas), tidak ada karhutla yang signifikan atau yang berarti. Dengan demikian, kita berhasil menangani hal itu. Upaya ini atas kerja keras semua pihak,” ujar Menteri LHK, Siti Nurbaya saat peluncuran Sistem Informasi Kebakaran Hutan dan Lahan Melalui SMS (SMS Blast), di Jakarta (4/7).

Bertepatan dengan pelaksanaan ajang olahraga se-Asia, ASIAN GAMES ke XVIII, di Jakarta dan Palembang, diharapkan sistem informasi melalui SMS blast ini, mampu memberikan edukasi bagi masyarakat untuk melakukan pencegahan karhutla yang ada di daerah, terutama berada di kawasan pelaksanaan ajang ini dan sekitarnya, seperti Provinsi Riau, dan Jambi.

KLHK menjalin kerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), meluncurkan Sistem Informasi Kebakaran Hutan dan Lahan Melalui SMS (SMS Blast). Hal ini dirasa perlu dilakukan melihat peningkatan penggunaan ponsel pintar di masyarakat, sehingga penyampaian informasi lebih efektif dan langsung dapat diakses oleh masyarakat.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, menyambut baik kerjasama tersebut dan menyampaikan bahwa Kemenkominfo akan menyediakan sistem penyebarluasan informasi pengendalian karhutla. “Saya mengucapkan terimakasih kepada operator yang menyediakan layanan sms blast secara gratis. Jadi layanan ini tidak berbayar,” kata Rudi.

Rudi menambahkan, Kemenkominfo akan mendukung akses jaringan telekomunikasi, khususnya di daerah rawan karhutla yang termasuk blind spot (titik buta). Melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia No. 131 Tahun 2015 Tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2015-2019, Kemenkominfo dapat melakukan intervensi kebijakan dengan menyediakan akses informasi pengendalian karhutla sehingga dijangkau oleh jaringan telekomunikasi dan lembaga penyiaran.

“Nanti dapat diperiksa, hutan yang sering kebakaran itu, ada tidak yang berdampingan dengan daerah yang ada dalam Perpres No. 131 Tahun 2015, kemudian nanti desa yang terdekatnya disana akan kami bangun Base Transceiver Station (BTS),” jelas Rudi.

Acara hari ini, menurut Plt. Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, KLHK, I.B. Putera Parthama, merupakan implementasi dari nota kesepahaman antara KLHK dengan Kemenkominfo pada tahun 2017 tentang Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Penyebaran Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan. “Melalui peluncuran sistem informasi ini, masyarakat dapat mengenal dan lebih familiar sistem deteksi dini karhutla, sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mengutamakan pencegahan karhutla dengan mengikutsertakan seluruh lapisan masyarakat,” kata Putera.

Putera menambahkan, program ini juga merupakan lanjutan dari sistem peringatan dan deteksi dini karhutla yang telah lebih dulu diluncurkan pada tahun 2015, yang dapat dimonitor melalui lamansipongi.menlhk.go.id.

Tampak dari mitra yang hadir ada yang mewakili Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Restorasi Gambut (BRG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Lembaga Administrasi Negara (LAN), Mabes TNI, Mabes POLRI, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia, dan Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi se-Indonesia. Disamping itu, hadir pula enam operator penyedia layanan komunikasi (provider) yang terlibat dalam kerjasama ini yaitu PT. Telekomunikasi Indonesia, PT. Telkomsel, PT. Indosat Ooredoo, PT. XL Axiata, PT. Hitchison 3 Indonesia, PT. Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (djh).

Foto: Dok.KLHK