Jumat, 06 Juli 2018

Menteri Pariwisata Dukung Miss Earth Indonesia Perkuat Isu Lingkungan

Jakarta (IndonesiaMandiri) - “Pariwisata merupakan sektor yang paling kecil menimbulkan kerusakan karena prinsip pembangunan pariwisata adalah _suistainable_ atau berkelanjutan. Lingkungan yang terjaga merupakan aset bagi pariwisata untuk mendatangkan wisatawan,” ujar Menteri Pariwisata/Menpar Arief Yahya menjawab pertanyaan salah satu finalis Miss Earth Indonesia (MEI) 2018 dalam acara 30 Finalis MEI 2018 saat bertatap muka di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, Kemenpar (5/7).

Menpar Arief Yahya menggambarkan bagaimana pariwisata _concern_ terhadap sustainable tourism. “Misalnya dari 1.000 hektar hutan, yang dikelola sekitar 10% atau 100 hektar dari lahan itu hanya 10 hektar ada tapak bangunan. Ini artinya, hanya 1% yang digunakan oleh pariwisata sedangkan 99% menjadi aset yang harus dipelihara agar menjadi daya tarik untuk didatangani wisatawan,” ujar Menpar.

Menpar juga menjawab pertanyaan finalis seputar investasi di sektor pariwisata yang didominasi oleh investor asing. Investasi di sektor pariwisata di 2014 semula sebesar US$ 700 juta dengan komposisi 10% investor domestik dan 90% investor asing, namun pada 2016 meningkat menjadi US$ 1 miliar dengan komposisi 30% domestik dan 70% asing. “Tahun 2017 meningkat menjadi US$ 1,8 miliar dengan komposisi kembali ke semula 10% investor domestik dan 90% investor asing. Saya coba menganalisa mengapa hal ini terjadi? Penyebabnya antara lain tidak adanya insentif bagi investor kita yang terjun ke usaha pariwisata,” papar Menpar. Sisi positif dominasi investor asing di sektor pariwisata berdampak membawa modal dan mendatangkan wisatawan mancanegara (wisman).

Miss Earth Indonesia (MEI) 2018 diselenggarakan oleh Yayasan EL JOHN Indonesia melalui EL JOHN Pageants dan didukung Kemenpar serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Kini MEI memasuki tahun ke-6 dengan tema ‘The Real Implementation of Sustainable Development’.

CEO EL John Indonesia Johnnie Sugiarto menyebut para finalis MEI 2018 memasuki karantina dimulai pada 25 Juni 2018 di Ibis Budget Hotel Jakarta Daan Mogot ditandai dengan acara _welcome dinner_. Selama karantina mereka mendapat pembekalan di bidang lingkungan, _public speaking_, pariwisata, dan kecantikan.

Rangkaian acara MEI 2018 akan ditutup dengan Grand Final Miss Earth Indonesia 2018 yang berlangsung di Sun City Grand Ballroom Jakarta pada 6 Juli 2018, disiarkan langsung secara _live streaming_ melalui YouTube dan EL JOHN TV tepat pukul 19.00 WIB (aa/ab).

Foto: Dok.Kemenpar