Rabu, 04 Juli 2018

Pameran Wisata BBTF Raih Angka Tujuh Triliun

Denpasar/Bali (IndonesiaMandiri) – Pameran pariwisata Bali and Beyond Travel Fair (BBTF 2018) menghasilkan kenaikan transaksi yg luar biasa. Even yang digelar 26-30 Juni 2018 di Bali Nusa Dua Convention Center ini menembus angka USD 593,31 juta atau setara dengan Rp 7,71 triliun (asumsi kurs USD1 = Rp 13.000).

Deputi Pemasaran I Kementerian Pariwisata I Gde Pitana menyebut, “capaian BBTF tahun ini sangat fantastis. Rapornya luar biasa. BBTF menjadi bentuk komitmen dari pemerintah untuk terus mendorong pariwisata sebagai leading sector perekonomian. Apalagi, Indonesia banyak memiliki sentral industri pariwisata baru” (2/7).

Wakil Ketua Bidang Seller dan Pemerintahan BBTF 2018, Dwi Nurdayati, nilai transaksi tahun ini adalah potensial transaksi dengan kurs yang ditentukan dalam kontrak dengan _seller_ selama setahun.
“Transaksi tahun ini bagus. Untuk nilai kurs ditentukan menurut sistem kontrak dengan _seller_ selama setahun. Ini untuk menyikapi pergerakan nilai tukar terhadap dollar Amerika,” ujar Dwi Nurdayati.
Rapor positif transaksi BBTF 2018 tidak lepas dari kenaikan statistik antar lini. Apalagi, program ini juga mengalami kenaikan jumlah pembeli hingga 60,8% dibandingkan tahun 2017. Jumlah itu juga berbanding lurus dengan kenaikan 28,2% penjualnya. “Tahun ini menjadi momentum luar biasa untuk BBTF. Sebab, rapor positif merata di semua lini,” kata Dwi.
BBTF 2018 melibatkan total 320 pembeli dari 40 negara dan total 241 seller berasal dari Timor Leste, Thailand, Kamboja, Uzbekistan, dan tentunya Indonesia sebagai tuan rumah. _Seller_ berasal dari operator hotel bintang lima, serta agen perjalanan dan perwakilan kabupaten/kota. Untun koneksi internasional telah bergabunh Vietnam dan Uni Emirat Arab.

BBTF 2018 menghasilkan potensi jumlah wisatawan hingga 494.425 kunjungan. Sebanyak 38.480 potensi wisatawan telah dibukukan dari 57 buyer BBTF dan sisanya adalah wisman. Jumlah potensi kunjungan wisman terbesar berasal dari West/Eastern Europe sebanyak 133.750 dari 61 buyer. Porsi besar lainnya dimiliki negara ASEAN dengan potensi 69.690 kunjungan (aa).

Foto: Dok.Kemenpar