Selasa, 26 Juni 2018

Menteri Pertanian: “Saya Nyatakan Perang Dengan Mafia Pangan”

Makasar (IndonesiaMandiri) - "Saat ini saya sudah nyatakan perang terhadap mafia pangan,” tegas Menteri Pertanian/Mentan Andi Amran Sulaiman di Makasar, Sulawesi Selatan (24/6).

Mwnurut Amran, tindakan mafia pangan hanya menyengsarakan petani dan masyarakat. Hingga saat ini sudah tercatat 782 kasus kejahatan pangan yang ditindak satgas pangan Polri.

Kunjungan Mentan ke Makasar saat itu untuk mendampingi Wakil Presiden Yusuf Kalla yang membuka Pertemuan Saudagar Bugis Makassar ke-18 (24/6). Acara dihadiri 1800 saudagar bugis makassar yang datang dari seluruh tanah air. Wapres menyampaikan energi yang besar dari masyarakat khususnya saudagar bugis makassar telah turut membangun Indonesia.

Mentan menekankan pentingnya peran teknologi pertanian agar komoditas pangan Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara lain. Karena dengan peningkatan produksi pertanian akan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia di 2045. Sehingga nantinya Indonesia menjadi pemain utama pangan dunia.

“Tapi di tengah upaya mewujudkan kedaulatan pangan ini, ada upaya-upaya dari importir nakal yang ingin mengeruk keuntungan sebesar/besarnya dengan jalan ilegal diantaranya mengimpor bawang bombai mini yang dijual sebagai bawang merah sehinga terjadi disparitas harga yang sangat besar,” papar Amran.

“Meliputi 21 kasus hortikultura, 12 kasus pupuk, 66 kasus beras, 27 kasus ternak dan 247 kasus kejahatan pangan lainnya dengan tersangka sebanyak 409 orang,” aku Amran.

Foto: abri