Senin, 25 Juni 2018

Presiden Jokowi Terkesan Saat Membuka Pesta Kesenian Bali

Bali (IndonesiaMandiri) - Presiden RI Joko Widodo sangat terkesan saat membuka Pesta Kesenian Bali (PKB) di depan Monumen Bajra Sandi Renon, Denpasar (23/06). Presiden Jokowi bahkan meminta PKB 2018 ditampilkan saat perhelatan IMF-WB Annual Meetings 2018 Oktober nanti. Dengan ditemani Ibu Negara, Iriana, Presiden Jokowi membuka acara dengan memakai udeng hijau, topi khas Bali.

Setelah menyambut rombongan Presiden beserta sejumlah Menteri Kabinet Kerja dengan tarian sesuai tema PKB tahun ini yaitu tarian api ‘Teja Dharmaning Kauripan' atau Api Spirit Penciptaan, acara dilanjutkan penampilan kesenian dari sembilan kabupaten/kota di Bali. Parade budaya ini juga diikuti oleh perwakilan peserta dari luar Bali seperti Papua, komunitas dari Sunda Kecil serta perwakilan dari Konjen Jepang dan China. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dewa Putu Beratha mengatakan pawai pembukaan ini diikuti 1000 seniman.

"Semua kontingen ada 18 termasuk penari dan penabuh dari kampus ISI Denpasar (yang membawakan tarian api). Keseluruhan untuk pawai pembukaan ini sekitar 1.000 seniman," kata Beratha.

Saat melepas pawai, Presiden Jokowi menaiki mobil hias mengikuti rute pawai. Melalui mobil hias berdesain khas puri Bali, Presiden Jokowi membagikan makanan khas Bali kepada para pengunjung yang antusias.

Presiden Jokowi sangat terkesan dengan PKB 2018 ini dengan melontarkan pujian bagus, berkarakter, dan unik penuh seni budaya. Bahkan Presiden Jokowi meminta Pawai PKB ditampilkan saat IMF-World Bank Annual Meetings 2018, Oktober nanti.

"Beliau minta nanti pada pertemuan IMF-World Bank supaya diadakan acara seperti ini. Nanti tinggal dikoordinasikan apakah diadakan di Nusa Dua ataukah di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Denpasar," kata Gubernur Bali I Made Mangku Pastika.

PKB ke-40 digelar pada 23 Juni-21 Juli 2018 dengan mengangkat tema "Teja Dharmaning Kauripan: Api Spirit Penciptaan". Dengan tema spirit ini diharapkan mampu membangun dan mengobarkan semangat masyarakat serta menciptakan iklim yang kondusif, kreatif, inovatif, serta arif dalam menyikapi berbagai peristiwa (pn).

Foto: bw/bg