Selasa, 03 Juli 2018

Kunjungan Wisman Ke Indonesia Tumbuh Hampir 12%

Jakarta (IndonesiaMandiri) - Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Mei 2018 sebanyak 1,20 juta kunjungan atau naik 4,55% dibandingkan Mei 2017 sebanyak 1,15 juta. Sementara itu secara kumulatif dari Januari hingga Mei 2018 jumlah kunjungan wisman sebanyak 6,17 juta kunjungan atau naik 11,98% dibandingkan jumlah kunjungan wisman pada periode yang sama di 2017 berjumlah 5,51 juta kunjungan. Demikian rilis Badan Pusat Statistik (02/07).

“Tahun ini kita mentargetkan kunjungan 17 juta wisman atau meningkat 17,64% dari capaian tahun 2017 sebanyak 14,04 juta kunjungan,” puji Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Untuk mencapai target 17 juta kunjungan wisman pada 2018, Kemenpar bekerjasama dengan _stakeholder_ pariwisata dan _airlines_ melakukan tiga program strategis yaitu Hot Deals ViWI (Visit Wonderful Indonesia)  2018, pemberian insentif kepada _airlines_, serta _digital marketing platform competing destination model_ (CDM).

Menpar Arief menjelaskan, pada lima bulan pertama jumlah kunjungan wisman sebesar 6,17 juta atau rata-rata 1,23 juta per bulan. Untuk mencapai target 17 juta wisman, jumlah kunjungan wisman harus mencapai rata-rata 1,4 juta per bulan. “Kalau kita tidak melakukan apa-apa, akhir tahun hanya dapat 14,76 juta, sedangkan dengan melakukan tiga program strategis tersebut diharapkan akan mendapat tambahan sekitar 5 juta wisman sehingga target 17 juta wisman akan tercapai ,” kata Menpar Arief.

Menpar Arief merinci untuk mendapatkan tambahan lima juta wisman tersebut yakni dengan dengan memberikan insentif kepada _airlines_ untuk melakukan _bundling_ tiket atau sebagai _More for Less (you get more, you pay less)_. Dari kegiatan ini diharapkan akan mendapatkan tambahan sebanyak 1,5 juta wisman. Sedangkan dalam program Hot Deals ViWI 2018 yang diinisiasi 18 _stakeholder_ pariwisata dengan menerapkan konsep _sharing economy_, diharapkan akan mendapatkan 2,5 juta wisman. Sementara untuk program _platform digital_ CDM diproyeksikan akan mendapatkan satu juta wisman (fm).

Foto: Dok.Kemenpar